XA Market Update Report | Fundamentals Say Go, Conditions Say No
We project JCI to begin rebounding back in the 2H26 to the range of 9,500-9,700. We have downgraded our JCI base case from 10,000.
We project JCI to begin rebounding back in the 2H26 to the range of 9,500-9,700. We have downgraded our JCI base case from 10,000.
Harga obligasi pemerintah global merosot menuju kerugian bulanan terbesar dalam lebih dari setahun karena investor mempertimbangkan risiko dari perang berkepanjangan di Timur Tengah terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Harga minyak pada Senin cenderung naik dalam perdagangan yang fluktuatif, seiring eskalasi konflik Timur Tengah yang bertentangan dengan klaim AS soal negosiasi damai dengan Iran. IHSG mengalami closing flat dimana ditutup berada di angka 7097.67.
CPIN delivered a solid FY25 performance, with revenue growing +5% YoY to IDR 70.7 tn. 4Q25 revenue rose +13% YoY (+15% QoQ) to IDR 20.1 tn.
Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) reported a substantial 83% YoY net profit increase to IDR 1.15 trillion for FY25, driven by handovers in the CBD PIK2 area.
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mencatatkan minat investor yang sangat kuat dalam proses bookbuilding Penawaran Umum Obligasi I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 dan Sukuk Wakalah I Raharja Energi Cepu Tahun 2026.
Sebagian besar saham Asia menguat pada Jumat setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan terhadap Iran, yang sempat meredakan kekhawatiran pasar. IHSG kembali terkoreksi menyentuh -0.94% dimana ditutup berada di angka 7097.1.
Pasar Surat Utang Negara (SUN) tampaknya mulai kembali diburu investor setelah sempat tertekan oleh aksi jual pada sesi perdagangan kemarin. Kamis (26/3/2026), pergerakan yield SUN cenderung menurun di hampir seluruh tenor, terutama pada tenor pendek hingga menengah yang menandakan aksi beli Kembali terjadi.
IHSG kembali terkoreksi menyentuh -1.89% dimana ditutup berada di angka 7164.1. Volatilitas ekstrim yang terjadi di market dalam seminggu terakhir nampaknya akan bisa terefleksikan ke market Indonesia, dimana market akan menghadapi beberapa sentimen seperti penurunan harga emas dan komoditas yang bisa menyebabkan koreksinya saham berbasis komoditas.