Daily Report | 24 Agustus 2022
Ekspansi manufaktur AS melambat, Wall Street mixed jelang pertemuan the Fed dalam Jackson Hole Symposium pada 25-27 Agustus.
Ekspansi manufaktur AS melambat, Wall Street mixed jelang pertemuan the Fed dalam Jackson Hole Symposium pada 25-27 Agustus.
Di tengah rendahnya produksi, AALI berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan 6M22 sebesar 1,2% YoY menjadi Rp11,0 triliun.
Tekanan Pasar SUN jelang Hasil RDG BI. SUN Benchmark 5-Tahun catatkan kenaikan yield hingga 10Bps, ke level 6,48%.
Wall Street melemah 2%, kontras dengan PCE yang melandai. NHKSI Research melihat survei PCE Deflator AS Juli melandai ke level 0,0% MoM (Vs. Jun. 1,0% MoM) dan 6,4% YoY (Vs. Jun. 6,8% YoY), seiring CPI Headline AS telah mencapai puncaknya pada Juni dengan 1,3% MoM dan 9,1% YoY, mengindikasikan bahwa the Fed memiliki ruang untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya.
Pasar SUN tertekan, di tengah potensi inflasi tinggi 3Q22. Investor kembali mencermati Headline Inflation Juli mendekati 5% YoY karena kenaikan Administered Prices, terutama harga energi non subsidi.
Jelang Jackson Hole Symposium, Nasdaq pimpin pelemahan Wall Street. Investor menghentikan ekspektasi Bullish mereka pada saham, mempertimbangkan kekhawatiran prospek Ketua the Fed Powell memberikan nada Hawkish pada Jackson Hole Symposium pekan ini.
Wall Street tertekan di awal perdagangan, karena klaim pengangguran mingguan melemah. Initial Jobless Claims mingguan turun 2.000 menjadi 250.000.
Wall Street tertekan jelang Fed Meeting Minutes. Bursa saham AS melemah pada awal perdagangan setelah perusahaan ritel besar, Target Corporation (NYSE:TGT), mengatakan pendapatan turun 90% karena melemahnya daya beli konsumen, dan memaksa perusahaan untuk memangkas harga.
Pasar SUN tertekan jelang penawaran New Issuance baru. Yield FR91 kembalid diperdagangkan di atas level 7%. Hari ini, Pemerintah menawarkan seri baru pada lelang Selasa, yaitu FR95 (6-Tahun), FR96 (11-Tahun), dan FR97 (21-Tahun).