Pasar Saham AS Bangkit Setelah 4 Hari Penurunan Berturut-turut

Pasar saham AS bangkit setelah 4 hari penurunan berturut-turut , namun USD melemah dan yield UST10Y menyentuh level tertinggi bulan ini sebagai reaksi atas langkah surprise dari bank sentral Jepang yang berencana menaikkan yield obligasi pemerintah jangka panjang mereka sebesar-besarnya 50bps.

Daily Report | 21 Desember 2022

Pasar saham AS bangkit setelah 4 hari penurunan berturut-turut, namun USD melemah dan yield UST10Y menyentuh level tertinggi bulan ini sebagai reaksi atas langkah surprise dari bank sentral Jepang yang berencana menaikkan yield obligasi pemerintah jangka panjang mereka sebesar-besarnya 50bps.

Minimnya Data Ekonomi Senin

Minimnya data ekonomi Senin, membuat investor kembali fokus pada Higher for Longer FFR the Fed. Spekulasi the Fed kembali menaikkan FFR sebesar +25Bps, masing-masing pada Februari dan Maret 2023, mendorong FFR Upper Bound berada pada level 5%, sekaligus membuat ekonomi AS 1Q23 menjadi berbiaya mahal.

Daily Report | 20 Desember 2022

Minimnya data ekonomi Senin, membuat investor kembali fokus pada Higher for Longer FFR the Fed. Spekulasi the Fed kembali menaikkan FFR sebesar +25Bps, masing-masing pada Februari dan Maret 2023, mendorong FFR Upper Bound berada pada level 5%, sekaligus membuat ekonomi AS 1Q23 menjadi berbiaya mahal.

Weekly Report | 19 Desember 2022

Anomali penguatan IHSG, kontras dengan meredupnya prospek Window Dressing global, pasca BoE dan ECB melanjutkan tren kenaikan suku bunga, masing-masing naik 50Bps ke level 3,50% dan 2,50%. Dari sisi domestik, penguatan Sektor Energi, dan meredanya tekanan Sektor Teknologi, membuat IHSG terapresiasi lebih dari 1% WoW, kontras dengan bursa global yang relatif melemah dalam periode yang sama.

Pergerakan Pasar SUN Sepekan

Pergerakan pasar SUN sepekan, di tengah BoE dan ECB yang melanjutkan tren kenaikan suku bunga, masing-masing naik 50Bps ke level 3,50% dan 2,50%. Investor juga merespon katalis positif, surplus Neraca Dagang Indonesia Nov. yang terjaga ke level +USD5,16Miliar; dan juga data ekonomi AS, seperti Inflasi Headline yang melandai dan kenaikan FFR Des. yang sesuai dengan ekspektasi pasar.

Daily Report | 19 Desember 2022

Aktivitas bisnis AS kembali terkontraksi, seiring tren suku bunga tinggi membebani ekonomi, Dow sempat terdepresiasi 500 poin, sebelum akhirnya ditutup melemah 0,8% akhir pekan. Selain wacana the Fed melanjutkan kenaikan FFR diatas 5% pada 2023 mendatang, investor merespon negatif rilis data S&P Global US Manufacturing PMI maupun Services PMI Dec., yang masing-masing terkontraksi ke level 46,2 (Vs. Nov. 47,7) dan level 44,4 (Vs. 46,2).

The Fed Harapkan Kenaikan FFR Lanjutan di Atas 5% Pada 2023

The Fed harapkan kenaikan FFR lanjutan di atas 5% pada 2023, meningkatkan kekhawatiran resesi berlangsung lebih dalam, dan berlangsung dalam periode lama. Menambah kekhawatiran resesi global, baik BoE maupun ECB melanjutkan tren kenaikan suku bunga, masing-masing naik 50Bps ke level 3,50% dan 2,50%; dalam upaya mengendalikan inflasi.