Perubahan Jam Perdagangan di Bursa Efek
Perubahan Jam Perdagangan di Bursa Efek
Perubahan Jam Perdagangan di Bursa Efek
Saham-saham AS bergerak naik di hari Senin (20/03/23) dengan Dow Jones memimpin penguatan sebesar 1,2% didukung oleh adanya kelegaan investor melihat adanya usaha penyelamatan Credit Suisse; serta para bank sentral bersatu padu untuk mengembalikan kepercayaan nasabah atas sistem keuangan.
Wall Street bergerak cukup volatile selama 3 sesi pada saat pasar Indonesia menikmati libur Nyepi & hari puasa pertama, di mana Dow Jones bergerak bolak balik antara teritori positif dan negatif, seiring berbagai sentimen yang bergulir, diantaranya: keputusan Federal Reserve untuk menaikkan Fed Fund Rate 25 bps (sesuai ekspektasi) ke tingkat 5% dan mengisyaratkan (setidaknya) satu lagi kenaikan tahun ini, serta menyampingkan kemungkinan adanya pemotongan rate pada tahun ini.
Saham-saham AS bergerak naik di hari Senin (20/03/23) dengan Dow Jones memimpin penguatan sebesar 1,2% didukung oleh adanya kelegaan investor melihat adanya usaha penyelamatan Credit Suisse; serta para bank sentral bersatu padu untuk mengembalikan kepercayaan nasabah atas sistem keuangan.
Saham-saham AS bergerak naik di hari Senin (20/03/23) dengan Dow Jones memimpin penguatan sebesar 1.2% didukung oleh adanya kelegaan investor melihat adanya usaha penyelematan Credit Suisse dan para bank sentral bersatu padu untuk mengembalikan kepercayaan nasabah atas sistem keuangan.
Sejumlah guncangan pada industri perbankan mewarnai pasar AS & Eropa pekan lalu, yang berakhir dengan institusi keuangan AS bersatu padu menyuntik First Republic Bank sampai sebesar USD 30 miliar demi menyelamatkan bank tersebut dari kejatuhan yang sama dengan 2 bank terdahulu, SVB & Signature Bank.
Sentimen pasar keuangan dirasa masih rapuh apalagi setelah pekan lalu penuh dengan turbulensi yang didominasi oleh merebaknya krisis perbankan AS & Eropa. MSCI World Equity index, yang memantau pergerakan saham-saham di 49negara, jatuh 0.55% pada perdagangan hari Jumat lalu (17/03/23).
Ketiga indeks Wall Street ditutup di teritori negatif hari Jumat (17/03/23) diseret oleh jatuhnya saham-saham sektor finansial, mengakhiri minggu yang penuh turbulensi didominasi oleh merebaknya krisis perbankan AS & Eropa.
BBNI membubuhkan kinerja yang cukup gemilang sepanjang tahun 2022. BBNI membukukan net profit FY 22 sebesar IDR 18,312 T, sebuah peningkatan sejumlah 68% secara YoY.