Pemulihan Panjang Ekonomi Domestik, investor minati safe haven
Semua SUN seri benchmark ditutup menguat akhir pekan, catatkan penurunan yield 1,8 bps hingga 3,2 bps. Sejumlah pelaku pasar melakukan selective buy SBN semua tenor.
Semua SUN seri benchmark ditutup menguat akhir pekan, catatkan penurunan yield 1,8 bps hingga 3,2 bps. Sejumlah pelaku pasar melakukan selective buy SBN semua tenor.
Pelaku pasar telah mengantisipasi keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4%. Baik SUN benchmark maupun calon benchmark bergerak tidak kompak, dengan harga FR0086 ditutup di level 99,83.
Yield FR0080 dan FR0083, masing-masing menurun sekitar 1,5 bps dan 0,1 bps. Sementara tenor pendek dan menengah, relatif mengalami kenaikan yield.
Hasil lelang sukuk mencatatkan penawaran masuk PBS025 dan PBS028 menjadi yang tertinggi. Masih adanya ruang pemangkasan BI 7-DRRR, membuat obligasi tenor panjang menjadi pilihan investasi untuk mendapatkan capital gain.
Optimisme pelaku pasar kembali pulih, minati SUN tenor pendek dan menengah. Sebagian besar SUN dikoleksi investor kemarin, dengan yield FR0082 berada di level 6,89%.
Sejumlah pelaku pasar melunak terhadap kebijakan pemberlakukan kembali PSBB Jakarta. Kebijakan ini, dinilai tidak seketat seperti yang dikhawatirkan, membuat roda perekonomian tetap berjalan walaupun terbatas.
Stabilitas pasar obligasi lebih baik seiring dengan porsi investor asing yang mengecil. Berdasarkan data DJPPR per 9 September 2020, porsi asing saat ini hanya sebesar 28,2% atau jauh lebih kecil dari awal tahun yang sebesar 38,6%.
Bank Indonesia (BI) mencatatkan Indeks Penjualan Ritel bulan Juli 2020 terkontraksi 12,3% YoY, atau melanjutkan kontraksi dalam periode 8 bulan terakhir.
Penawaran masuk lelang SUN senilai IDR 52,26 triliun, lebih rendah dari lelang sebelumnya yang mencapai IDR 78,34 triliun.